1.
KASIH SAYANG
Nabi Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam adalah Nabi yang diutus sebagai rahmat untuk seluruh
Alam, dan beliau adalah seorang Nabi yang sangat penyayang terhadap seluruh
makhluk, baik manusia, binatang maupun tumbuhan. Berikut ini beberapa hadits
yang menjelaskan kasih sayang Nabi terhadap sesama manusia, sekalipun manusia
tersebut kafir dan menolak dakwah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,
bahwasanya dia pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
“Apakah Anda pernah melewati (merasakan) suatu hari yang lebih berat
dibandingkan hari perang Uhud?”. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam
menjawab,
لَقَدْ لَقِيتُ مِنْ قَوْمِكِ مَا لَقِيتُ
وَكَانَ أَشَدَّ مَا لَقِيتُ مِنْهُمْ يَوْمَ الْعَقَبَةِ إِذْ عَرَضْتُ نَفْسِي
عَلَى ابْنِ عَبْدِ يَالِيلَ بْنِ عَبْدِ كُلَالٍ فَلَمْ يُجِبْنِي إِلَى مَا
أَرَدْتُ فَانْطَلَقْتُ وَأَنَا مَهْمُومٌ عَلَى وَجْهِي فَلَمْ أَسْتَفِقْ إِلَّا
وَأَنَا بِقَرْنِ الثَّعَالِبِ فَرَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا أَنَا بِسَحَابَةٍ قَدْ
أَظَلَّتْنِي فَنَظَرْتُ فَإِذَا فِيهَا جِبْرِيلُ فَنَادَانِي فَقَالَ إِنَّ
اللَّهَ قَدْ سَمِعَ قَوْلَ قَوْمِكَ لَكَ وَمَا رَدُّوا عَلَيْكَ وَقَدْ بَعَثَ
إِلَيْكَ مَلَكَ الْجِبَالِ لِتَأْمُرَهُ بِمَا شِئْتَ فِيهِمْ فَنَادَانِي مَلَكُ
الْجِبَالِ فَسَلَّمَ عَلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ ذَلِكَ فِيمَا
شِئْتَ إِنْ شِئْتَ أَنْ أُطْبِقَ عَلَيْهِمْ الْأَخْشَبَيْنِ فَقَالَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَلْ أَرْجُو أَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ مِنْ
أَصْلَابِهِمْ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ وَحْدَهُ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
” Sungguh aku banyak merasakan gangguan
(perlakuan jahat) dari kaummu. Dan gangguan paling berat yang datang dari
mereka adalah ketika kejadian pada hari Al-Aqabah ketika aku menawarkan diriku
kepada Ibnu ‘Abdi Yalil bin ‘Abdi Kulal namun dia tidak mau memenuhi
keinginanku. Lalu aku pergi dengan wajah sedih, aku tidak sadar kecuali aku
telah berada di Qarnu ats-Tsa’aalib. Aku mengangkat kepalaku ternyata aku
berada di bawah awan yang menaungiku, dan ternyata di atasnya ada Jibril
‘alaihissalam, lalu dia memanggilku seraya berkata, “Sesungguhnya Allah
mendengar ucapan kaummu terhadapmu dan apa bantahan mereka kepadamu. Dan Dia
(Allah) telah mengutus kepadamu Malaikat penjaga gunung, untuk kamu perintahkan
sesuai kehendakmu terhadap mereka. ” Kemudian Malaikat penjaga gunung
memanggilku, lalu memberi salam kepadaku kemudian berkata, “Wahai Muhammad, apa
yang kamu inginkan katakanlah. Jika kamu ingin aku akan timpakan kepada mereka
dua gunung Akhsyab (niscaya akan aku lakukan).” Maka Nabi sallallahu ‘alaihi
wasallam menjawab, ” Tidak (aku tidak ingin itu), akan tetapi aku
berharap kepada Allah bahwa akan terlahir dari tulang sulbi mereka orang-orang
yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.”
(HR. Al-Bukhari no. 3059 dan Muslim no. 4754 dan redaksi ini ada dalam Shahih
al-Bukhari)
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma
berkata,
أن امرأة وجدت في بعض مغازي رسول
الله صلى الله عليه وسلم مقتولة . فأنكر رسول الله صلى الله عليه وسلم قتل النساء
والصبيان >> رواه البخاري ومسلم
” Sesungguhnya pernah ada seorang perempuan yang
terbunuh pada salah satu peperangan. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
mengingkari (menolak dan tidak membenarkan) pembunuhan terhadap wanita dan
anak-anak.” (HR. Al-Bukhari (2851) Muslim (4645))
Dan dalam riwayat lain,
وفي رواية لهما ( وجدت امرأة مقتولة في
بعض تلك المغازي . فنهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن قتل النساء والصبيان
” Ada seorang perempuan yang terbunuh pada salah
satu peperangan tersebut. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
melarang pembunuhan terhadap wanita dan anak-anak.” (HR. Al-Bukhari Muslim
(4646))
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu
berkata,
كان غلام يهودي يخدم النبي صلى الله عليه
وسلم فمرض ، فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم يعوده ، فقعد عند رأسه ، فقال له :
أسلم . فنظر إلى أبيه وهو عنده ، فقال له : أطع أبا القاسم صلى الله عليه وسلم ،
فأسلم ، فخرج النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقول : الحمد لله الذي أنقذه من النار >> رواه
البخاري
” Dahulu ada seorang anak Yahudi yang senantiasa
melayani (membantu) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian ia
sakit. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya untuk
menjenguknya, lalu beliau duduk di dekat kepalanya, kemudian berkata, ”
Masuk Islam-lah!” Maka anak Yahudi itu melihat ke arah ayahnya yang ada di
dekatnya, maka ayahnya berkata, ‘Taatilah Abul Qasim (Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam).” Maka anak itu pun masuk Islam. Lalu Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam keluar seraya bersabda, ” Segala puji bagi Allah yang
telah menyelamatkannya dari Neraka.”” [Shahih Bukhari, No. 1356, 5657]
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma,
bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
من قتل نفسا معاهدا لم يرح رائحة الجنة ،
وإن ريحها ليوجد من مسيرة أربعين عاما . رواه البخاري
”Barang siapa yang membunuh seorang kafir
Mu’ahad tidak akan mencium aroma Surga, padahal aroma Surga sungguh didapatkan
dari jarak sejauh empat puluh tahun perjalanan.” (HR. al-Bukhari)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia
berkata,
قيل : يا رسول الله ! ادع على المشركين .
قال ” إني لم أبعث لعانا . وإنما بعثت رحمة “. رواه مسلم
Dikatakan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam, ”Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam!
Doakanlah keburukan (laknatlah) atas kaum musyrikin.” Nabi shallallahu
‘alaihi wasallam menjawab, ” Sesungguhnya aku diutus bukan sebagai
pelaknat, namun aku diutus sebagai rahmat (pembawa kasih sayang).” (HR.
Muslim)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dia
berkata,
كنت أدعو أمي إلى الإسلام وهي مشركة .
فدعوتها يوما فأسمعتني في رسول الله صلى الله عليه وسلم ما أكره . فأتيت رسول الله
صلى الله عليه وسلم وأنا أبكي . قلت : يا رسول الله ! إني كنت أدعو أمي إلى
الإسلام فتأبى علي . فدعوتها اليوم فأسمعتني فيك ما أكره . فادع الله أن يهدي أم
أبي هريرة . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” اللهم ! اهد أم أبي هريرة ”
فخرجت مستبشرا بدعوة نبي الله صلى الله عليه وسلم . فلما جئت فصرت إلى الباب .
فإذا هو مجاف . فسمعت أمي خشف قدمي . فقالت : مكانك ! يا أبا هريرة ! وسمعت خضخضة
الماء . قال فاغتسلت ولبست درعها وعجلت عن خمارها . ففتحت الباب . ثم قالت : يا أبا هريرة
! أشهد أن لا إله إلا الله ، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله . قال فرجعت إلى رسول
الله صلى الله عليه وسلم ، فأتيته وأنا أبكي من الفرح . قال قلت : يا رسول الله !
أبشر قد استجاب الله دعوتك وهدى أم أبي هريرة . فحمد الله وأثنى عليه وقال خيرا .
قال قلت : يا رسول الله ! ادع الله أن يحببني أنا وأمي إلى عبادة المؤمنين ،
ويحببهم إلينا . قال فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم ” اللهم ! حبب عبيدك هذا – يعني أبا هريرة
– وأمه إلى عبادك المؤمنين . وحبب إليهم المؤمنين ” فما خلق مؤمن يسمع بي ، ولا
يراني ، إلا أحبني .. رواه مسلم
” Dahulu aku senantiasa mengajak ibuku agar masuk
Islam, saat itu dia adalah wanita musyrik. Pada suatu hari aku mengajaknya,
namun dia justru memperdengarkan (berkata) kepadaku tentang Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam sesuatu yang tidak aku sukai. Maka aku mendatangi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan menangis, lalu
aku berkata, ” Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku terus-menerus mengajak ibuku
masuk Islam, lalu dia menolakku. Kemudian pada hari ini aku mengajaknya untuk
itu, namun dia justru memperdengarkan kepadaku mengenai dirimu sesuatu yang
tidak aku sukai. Maka doakanlah kepada Allah agar memberikan petunjuk kepada
ibu Abu Hurairah.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
berdoa: ” Ya Allah, berilah hidayah kepada ibu Abu Hurairah” Kemudian aku
keluar dengan perasaan gembira karena do’a Nabiyullah shallallahu ‘alaihi
wasallam tersebut. Ketika sampai rumah, lalu aku melihat ke pintu ternyata
aku dapati pintu rumah sedikit terbuka, sehingga ibuku mendengar langkah kedua
kakiku, lalu dia berkata:” Tetaplah di tempatmu wahai Abu Hurairah.”. Lalu aku
mendengar suara gemericik air. Abu Hurairah berkata:“ Ternyata dia mandi lalu
mengenakan pakaian rumahnya dan bergegas memakai kerudungnya, lalu membukakan
pintu. Kemudian dia berkata:” Wahai Abu Hurairah, aku bersaksi bahwa tidak ada
sesembahan yang benar selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba
dan utusan-Nya.”. Abu Hurairah berkata:“ Aku pun kembali menemui Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam, aku menemui beliau sambil menangis karena bahagia.”
Kemudian aku berkata:” Wahai Rasulullah, bergembiralah, sesungguhnya Allah
telah mengabulkan doa anda dan memberikan hidayah (petunjuk) kepada ibu Abu
Hurairah.” Maka beliaupun memuji Allah, menyanjung-Nya dan mengucapkan
kata-kata yang baik. Abu Hurairah berkata, “Aku berkata:” Wahai Rasulullah,
berdoalah kepada Allah agar menjadikan aku dan ibuku dicintai oleh
hamba-hamba-Nya yang beriman dan agar Allah membuat kami pun mencintai mereka.”
Abu Hurairah berkata:“ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
berdoa:” Ya Allah, jadikanlah kedua hambamu ini –yakni, Abu Hurairah- dan
ibunya sebagai orang yang dicintai oleh hamba-hamba-Mu yang beriman dan
jadikanlah keduanya mencintai orang-orang yang beriman.” Maka sejak itu
tidaklah ada seorang mukmin yang tercipta dan mendengar tentang diriku atau
melihatku melainkan pasti mencintaiku.” (HR. Muslim dalam Kitab Fadha’il
as-Shahabah)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
berkata,
قدم طفيل بن عمرو الدوسي وأصحابه ، على
النبي صلى الله عليه وسلم فقالوا : يا رسول الله ، إن دوسا عصت وأبت ، فادع الله
عليها ، فقيل : هلكت دوس ، قال : ( اللهم اهد دوسا وأت بهم ) رواه البخاري
”Thufail bin ‘Amr ad-Dausi dan para Shahabatnya
datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu mereka
berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sesugguhnya
suku Daus ingkar dan enggan (masuk Islam), maka doakanlah keburukan atas
mereka.” Ada yang mengatakan, ”Celakahlah Daus.” Nabi shallallahu ‘alaihi
wasallam berdoa, ”Ya Allah berilah hidayah kepada suku Daus dan
datangkanlah mereka (dalam keadaan Islam).”
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhuma
bahwasanya para Shahabat berkata,
يا رسول الله ! أحرقتنا نبال ثقيف ، فادع
الله عليهم . فقال : اللهم اهد ثقيفا >>
رواه الترمذي بسند صحيح
”Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, panah-panah Bani
Tsaqif menyerang kami, doakanlah keburukan atas mereka. ”Maka Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda, ”Ya Allah berilah hidayah kepada Bani
Tsaqif.” (HR. at-Tirmidzi dengan sanad shahih)